Posted on : 01 Oktober 2016 | keategori : VIOLET EYES PHOTOGRAPHY | dibaca 470 kali

UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA "PANGGIH"

wedding day Ria & Fajar by Violet Eyes Photography

 

Sebagai upaya melestarikan tradisi dan menghormati leluhur, seharusnya rangkaian prosesi dalam upacara pernikahan dilaksanakan secara keseluruhan tanpa ada satupun yang ditinggal. Namun, dengan alasan kepraktisan, dewasa ini pasangan pengantin kerap memotong rangkaian prosesi adat yang panjang, dan hanya menjalankan sebagian saja dari keseluruhan ritual yang mestinya dilakukan.

Dalam pernikahan adat Jawa misalnya, selain Siraman, upacara lain yang biasanya juga dilakukan adalah Upacara Panggih. Mengapa upacara Panggih? Upacara Panggih yang disebut juga upacara dhaup atau temu, merupakan puncak acara bagi tradisi perkawinan adat Jawa. Panggih adalah prosesi pertemuan secara adat Jawa antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Jadi upacara panggih hanya boleh dilaksanakan setelah pernikahan secara agama, dan tidak sebaliknya.

Salah satu ritual yang dilaksanakan dalam upacara panggih adalah wijikan.  Prosesi wijikan dilakukan setelah balangan gantal ini juga kerap disebut prosesi ranupada. Ranu berarti air, pada berarti kaki. Sehingga ranupada diartikan sebagai membasuh kaki (wijikan). Dalam prosesi ini mempelai wanita membasuh kaki mempelai pria. Prosesi ini memiliki makna ; 1. Sebagai simbolisasisi bakti mempelai wanita kepada mempelai pria, 2. Menghilangkan sukreta atau halangan agar tujuan perjalanan menuju keluarga bahagia dijauhkan dari kesulitan dan mara bahaya.

-cha-

 

Komentar 0

Komentar