Posted on : 03 Februari 2020 | keategori : VIOLET EYES PHOTOGRAPHY | dibaca 234 kali

 

Memotret anak, terutama batita dan balita, adalah sebuah "perjuangan." Siapa setuju dengan pernyataan ini? Memang benar, untuk menghasilkan foto anak yang bagus dan "berbicara" tidak segampang yang kita bayangkan. Dibutuhkan trik dan tips memotret anak yang jitu sehingga hasil jepretan kita bagus. Memotret anak-anak membutuhkan kesabaran yang ekstra karena sulitnya untuk mengatur mereka. Jika kita tidak sabar, maka kita sendiri yang akan stress dan kewalahan. Saat memotret anak kecil, pastikan bahwa lampu kilat (flash) anda dimatikan agar tidak mengganggu konsentrasi anak. Untuk mengatasi hal ini, gunakanlah cahaya alami yang ada di sekitar.

Fokus Pada Mata

“Mata adalah jendela jiwa seseorang, itulah sebabnya, mata harus menjadi titik fokus dari setiap foto yang baik.” Memang benar mata bukanlah satu-satunya bagian penting untuk menghasilkan foto yang baik dan bagus, tetapi mata adalah elemen paling tajam dan penuh dengan daya tarik yang ada pada wajah anda, dan hal itu tidak bisa dipungkiri. Saat anda melakukan pemotretan dengan menggunakan aperture yang lebar dengan mengambil fokus pada mata, maka lensa bokeh (pengaburan titik cahaya) akan membantu dalam melembutkan tampilan foto anda sehingga terlihat menarik dan penuh daya tarik.

Tetapkan Waktu Yang Tepat

Nah, tips memotret anak yang ini juga tak kalah penting. Sebagai orang tua, Ibu tentu tahu kapan si kecil hepi, sedih, kesal, dan lainnya. Mungkin saat baru bangun tidur biasanya si kecil masih bad mood, ini adalah kesempatan Ibu mengambil foto si kecil dengan ekspresi muka bete. Atau kalau Ibu ingin menghasilkan foto bahagia si kecil, Ibu bisa mengambil waktu saat ia selesai ngemil atau sedang bermain boneka, habis mandi, dan lainnya.

Andalah yang paling tahu timing yang tepat untuk ini. Dengan memperhatikan waktu-waktu si kecil, Ibu akan memperoleh hasil jepretan yang bagus dan alami tanpa harus memintanya berpose dan berkata Cheese! Dengan sendirinya ia akan berekspresi sesuai suasana hatinya, tanpa sadar bahwa Ibu tengah menjepretnya dan mencoba tips memotret anak.

Gunakan Cahaya Yang Alami

Anak kecil selalu aktif bergerak. Anda tidak mungkin menggunakan lampu kilat (flash) atau alat bantu cahaya tambahan setiap saat, karena pastinya hal tersebut akan merepotkan. Gunakan lampu kilat (flash) disaat tertentu saja. Cahaya di dalam ruangan atau rumah, tentu akan kurang untuk menghasilkan foto yang terang. Oleh sebab itu mengambil gambar anak kecil di luar ruangan lebih disarankan. Untuk melalukan hal ini, tentunya anda harus mengetahui saat atau waktu yang tepat karena masalah cuaca. Disamping itu juga, jangan terlalu panas dan terlalu terang. Anda harus pintar dalam membaca situasi agar gambar terlihat sealami mungkin. Saat yang terbaik adalah pada waktu pagi dan sore hari menjelang matahari terbenam.

Gunakan rapid fire mode

 

Jika kamera Ibu memiliki fitur rapid fire mode, nggak ada salahnya Ibu manfaatkan. Itu lho Bu, mode di mana kamera akan menjepret beberapa kali dalam satu waktu sehingga paling tidak, seapes-apesnya Ibu minimal ada satu foto bagus yang dihasilkan.

Anak-anak memang sulit diprediksi pergerakannya dan mereka bergerak sangat cepat. Bisa jadi Ibu sudah sekuat tenaga menjepret buru-buru, tapi si kecil lebih gesit bergerak. Walhasil, foto yang dihasilkan kabur, semacam ada "penampakan." Nah, rapid fire mode ini bisa membantu mengatasi kesulitan Ibu dalam mengaplikasikan tips memotret anak.

Pilih Perlengkapan Yang Tepat

Memotret anak kecil membutuhkan perangkat yang kecil, ringan dan mudah dibawa. Pilihlah perangkat yang mampu menghasilkan gambar yang lebih berkualitas serta dilengkapi sensor cahaya yang mampu mengabadikan gambar dengan kondisi cahaya apapun. Misalnya kamera ataupun juga smartphone (kamera pintar). Hal ini disebabkan oleh aktifitas anak kecil yang sering bergerak dan sulit sekali ditebak.

Komentar 0

Komentar