Posted on : 05 Oktober 2019 | keategori : VIOLET EYES PHOTOGRAPHY | dibaca 304 kali

Makanan telah digunakan sebagai ‘subjek’ dalam fotografi dan metode, peralatan dan gaya keseluruhan dalam genre ini telah berubah sejak awal mula munculnya fotografi. Sementara penguraian sejarah fotografi makanan dalam urutan kronologis, telah menarik perhatian anda terhadap pentingnya estetika dan budaya dari gambar, seri artikel ini bermaksud untuk meyakinkan anda, pembaca, bahwa fotografi makanan adalah genre yang layak termasuk dalam jasa estetika.

Fotografi makanan ini bisa dikatakan salah satu jenis fotografi yang paling menantang di luar sana. Seperti lukisan, Anda mulai dengan kanvas kosong dan membuatnya. Secara keseluruhan, Anda membuat foto sampai anda mencapai keseimbangan yang sempurna dari realitas dan seni. Segala sesuatu pada foto adalah keputusan. Setiap bagian ditempatkan sempurna oleh fotografer.

Hasil fotografi makanan yang bagus adalah kemampuan yang sulit diperoleh, itu sebabnya sebagian orang cukup beruntung untuk mendapatkan bayaran untuk itu. Tapi, pada saat ini jauh lebih mudah untuk mengasah kemampuan tersebut, tidak peduli siapa Anda, bahkan smartphone dapat menghasilkan gambar yang indah, berkualitas tinggi. Tentunya, telah tersedia kamera profesional dan lensa asalkan Anda tahu bagaimana menggunakannya, dapat membuat mengambil foto yang bagus lebih mudah, tapi, tidak berarti ini terjadi begitu saja, diperlukan proses. Sebuah foto yang bagus tidak akan tercipta begitu saja, Anda mungkin tidak tahu bagaimna cara khusus atau bagaimana anda dapat membuatnya seperti itu, tapi tetap kembali pada kenyataannya, bahwa pada dasarnya, ada keyakinan untuk mewujudkannya. Rincian seperti komposisi, pencahayaan dan styling, yang berlaku terlepas dari apakah anda menggunakan single lens reflex kamera digital (DSLR), titik sederhana dari sebuah bidikan atau dari sebuah kamera iPhone.

Nah, ingin mengetahui caranya agar foto makanan kamu terlihat instagrammable hanya dengan HP alias ponsel?

1. Pencayahaan harus tepat.

Pakailah cahaya alami. Selain murah, pencahayaan alami seperti cahaya matahari bisa menyulap foto anda lebih menarik dan terlihat natural. Namun, bukan berarti kita harus syuting luar ruangan ya. Biasanya, cahaya terbaik itu saat “golden hours” yakni pukul 7-9 pagi dan 4-5 sore. Dalam waktu tersebut, cahaya matahari akan terlihat soft dan hangat sehingga antara warna cahaya dan makanan tidak akan kontras sekali.

kalau mendung Berarti mau tidak mau harus pakai lampu ya. Pilih lampu meja atau floor lamp. Meskipun hasilnya tak sebagus matahari, kedua jenis lampu ini lebih baik dibandingkan lampu atas. Pastikan kedua jenis lampu bisa diatur cahayanya. Kalau tidak, pakailah peredam cahaya dengan kain putih polos atau stereofoam. jangan memotret dengan flash kamera ya. Terlalu banyak cahaya dari sumber berbeda bisa membuat pantulan aneh dalam gambar.

2. Jangan sepelekan properti!

Zaman sekarang, banyak fotografer yang menampilkan foto minimalis. Namun bagi pemula, tak ada salahnya memasukkan properti yang dapat mendukung gambar. Properti itu sangat membantu lho, terutama kalau anda ingin memberi kesan warna cerah serta dinamis pada foto. Nah, apa saja jenis propertinya? Check this out.

    Properti alami: rempah, bahan makanan, herbs, buah-buahan, dll.

    Properti non-alami: serbet, taplak meja, tatakan gelas/piring, cempal, peralatan makan, peralatan masak, alas kayu, dll.

    Properti lainnya: remah kue, gula halus, glaze, saus, bawang goreng, dll.

Berkreasilah sebebas-bebasnya dengan properti di atas. Tapi ingat, sesuaikan makanan dengan properti yang akan digunakan ya. Misalnya foto es campur. Anda bisa pakai taplak berwarna cerah, buah-buahan yang ditata di sekitar mangkuk, dan susu kental manis yang dituang ke atas es serut.

3. Framing tetap penting.

Hampir tak ada foto makanan yang kameranya lurus sejajar dengan piring atau mangkuk. Kamera itu bisa bikin distorsi lho, misalnya ikan goreng besar bisa terlihat mengecil pada gambar. Cara mengakalinya, ambil framing top view dan 45 derajat. Top view artinya posisi kamera tepat di atas makanan, sedangkan 45 derajat artinya posisi kamera sedikit miring dari makanan. Jadi jangan takut untuk berdiri di atas kursi demi mendapatkan foto terbaik, ya.

4. Pakai makanan dengan jumlah ganjil.

Percaya atau tidak, jumlah makanan ganjil dapat menghasilkan gambar yang lebih bagus. Sepiring ketoprak lebih bagus daripada dua piring. Tiga muffin lebih bagus dari empat. Tujuh nastar lebih baik dari delapan dan seterusnya. Namun bukan berarti kalau untuk salad buah kita harus hitung jumlah buah dalam mangkuk ya. Hal ini berlaku untuk satu makanan secara utuh.

5. Kunci focus mode pada kamera atau pakai setting auto.

Kamera smartphone biasanya memiliki setting auto. Entah auto focus, auto exposure, dan sebagainya. Nah sebagai fotografer makanan pemula, fungsi focus mode ini sangat berguna ya. Kalau salah membuat setting kamera, dijamin hasil foto tak akan sesuai harapan.

Jadi, tetap pasang auto atau focus mode (kecuali auto flash). Dengan begitu, kita hanya perlu mengarahkan kamera sesuai angle yang kita inginkan. Hindari juga penggunaan zoom in dan out. Lebih baik mendekatkan atau menjauhkan kamera pada makanan secara manual.

6. Gunakan filter sebagai pendukung.

fitur smartphone ini dapat mempercantik foto dengan efek atau warna yang tak bisa kita tangkap secara manual. Namun menurut para fotografer makanan profesional, kita sebaiknya tak terpaku pada filter. Lebih baik berusaha memotret dengan hasil semaksimal mungkin, lalu tambahkan filter sebagai pendukung. Usahakan untuk memotret foto garang asem sebaik mungkin dan tambahkan filter kontras atau brightness untuk menyempurnakan.

Komentar 0

Komentar