Posted on : 24 September 2019 | keategori : PHOTOGRAPHY LEARNING | dibaca 43 kali

Perkembangan teknologi di era yang serba digital seperti sekarang ini sedikit banyak mengubah fungsi gadget. Ponsel pintar kini nggak hanya digunakan untuk kebutuhan berkomunikasi, namun juga sebagai sarana aktualisasi diri. Media sosial menjadi salah satu wadah yang banyak digunakan oleh generasi muda untuk menuangkan segala ekspresi yang mereka punya.

Nah, jika kamu termasuk orang yang rutin update di medsos, mengedit foto tentu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Tentu saja, foto perlu dipoles sebaik-baiknya agar nantinya lebih enak dipandang. Sayangnya, nggak jarang pengeditan foto ini dilakukan secara berlebihan. Hasilnya, foto yang diedit malah jadi alay dan kerap dibilang kampungan. Tenang, sebagai solusi permasalahan edit fotomu, berikut Hipwee Tips berikan beberapa trik sederhana untuk memaksimalkan hasil fotomu tanpa berlebihan dan tetap natural. Simak baik-baik, ya!

Cropping dan Rule of Thirds

Kecuali kamu memang sudah merencanakan komposisi dengan matang, pasti akan ada beberapa foto yang dapat tampil lebih bagus lagi setelah dilakukan pemangkasan (cropping).

Teknik ini merupakan keahlian dasar yang paling efektif untuk menarik perhatian orang yang melihat ke fokus yang ingin kamu tuju. Biasanya pemangkasan dilakukan untuk menghilangkan objek yang tak sengaja masuk ke dalam frame.

Saat melakukan pemangkasan kamu juga perlu memerhatikan aturan sepertiga (rule of thirds) dalam hal komposisi frame. Aturan ini singkatnya adalah menempatkan objek pada titik persimpangan dari garis pandu frame.

Luruskan horizon dengan leveling

Kamu tentu kerap terganggu jika melihat posisi foto yang miring, bukan? Hal tersebut bisa terjadi oleh siapa saja, entah karena terlalu asyik memotret atau memiliki kelainan mata silinder. Jadi, foto yang dihasilkan pun tidak sesuai dengan objek sesungguhnya.

Merotasi ulang hasil foto adalah teknik dasar sekaligus keahlian yang penting saat mengedit foto. Kondisi yang mengharuskan kamu melakukan rotasi adalah saat ada objek-objek seperti lukisan atau meja yang terlihat miring masuk ke dalam frame kamu. Teknik rotasi ini dapat mengkoreksi perspektif ini sekaligus menghilangkan distraksi yang tak sengaja tertangkap.

Menerapkan layers penyesuaian dan masks

Jika kamu ingin mengedit level kontras, kecerahan, warna, saturasi dan yang lainnya, ada baiknya kamu menggunakan layer penyesuaian. Hal ini perlu dilakukan agar data pada foto aslinya tidak rusak dan jika kamu tidak menyukai hasilnya kamu tinggal menghapus layer-nya saja tanpa harus kehilangan data foto yang asli.

Setiap layer ini juga memiliki mask (ditampilkan dengan gambar boks putih disamping nama layer). Mask ini berfungsi untuk mengontrol tingkat visibility dari layer penyesuaiannya. Singkatnya, dengan menerapkan teknik ini kamu bisa bebas melakukan penyesuaian terhadap hasil foto tanpa harus merusak data foto yang asli.

Mengoreksi warna dan saturation

Kamera digital saat ini memang sudah sangat canggih, tapi terkadang karena pengaruh lingkungan atau cara sensor memproses data, warna di foto akan terlihat sedikit melenceng. Misalnya saja warna kulit atau warna-warna pakaian yang sedikit berubah gara-gara keadaan cahaya saat difoto.

Saat ini sudah banyak aplikasi edit foto yang memiliki fitur Auto Color Correction yang hasilnya terbilang bagus, tapi tak selalu sesuai yang diinginkan.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan penyesuaian Level (RGB channels), Hue/saturation, dan menggunakan filter foto.

Penajaman foto

Sharpening (penajaman) selalu menjadi tahap terakhir dalam proses editing foto. Efeknya sesuai dengan namanya, yaitu melakukan penajaman terhadap tepi foto dan detail-detail yang kecil. Hal ini akan membuat kontras foto secara keseluruhan meningkat dan membuat foto terlihat berbeda. Hasilnya akan sangat terlihat jika foto tersebut memiliki area yang lebih halus atau buram.

Komentar 0

Komentar